koperasi dalam penentuan sumber modal

Koperasi dalam pelaksanaanya tidak bisa dilepaskan dari permasalahan sistem manajemen dan juga sumber modal, walaupun modal koperasi sebagian besar berasal dari anggotanya sendiri lewat sumbagan wajib, sukarela dan rutin akan tetapi dalam pengembangannya jika anggota tidak bertambah maka koperasi juga tidak akan mengalami perkembangan yang signifikan terutama di masalah permodalan, terkait masalah permodalan di koperasi maka menurut kelompok kami sebenarnya permodalan dari luar koperasi tidak selamanya buruk, dalam pandangan beberapa orang penggunaan dana yang berasal dari luar koperasi akan mempengaruhi struktur dan nilai koperasi itu sendiri dimana koperasi hanya berasal dari anggota dan untuk anggota tidak ada campur tangan dari luar selain itu koperasi bersifat sosial artinya koperasi itu merupakan kumpulan orang yang berusaha untuk saling menolong dan bukan hanya kumpulan modal yang melulu berorientasi pada laba saja. Akan tetapi menurut kelompok kami penggunaan dana dari luar koperasi bisa dilakukan tanpa mengubah nilai-nilai koperasi itu sendiri asalkan proporsi dalam penggunaan modal dari luar lebih kecil daripada modal yang berasal dari koperasi itu sendiri sehingga posisi anggota koperasi masih kuat mengendalikan kinerja koperasi dan tetap bersifat sosial, bantuan modal dari luar juga akan meningkatkan pertumbuhan koperasi tergantung bagaimana koperasi itu memanajemen modal tersebut.

Sumber permodalan dari luar koperasi sendiri bermacam-macam mulai dari lembaga keuangan seperti bank, pinjaman dari koperasi lain, pinjaman dari anggota obligasi dan surat utang, dan juga sumber lain yang tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia,

Ada beberapa koperasi di Indonesia yang menerima modal dari luar koperasi seperti koperasi sekunder PUSKOWANJATI yang berdiri sejak tahun 1957 koperasi batik yang dipimpin oleh ibu-ibu, di daerah Madiun. Dalam memanajemen modalnya koperasi PUSKOWANJATI memiliki modal sebesar 72% sumber dana berasal dari pemupukan modal sendiri, sedangkan 28% yang lain berasal dari pihak lain. PUSKOWANJATI bekerja sama dengan beraneka ragam organisasi, antara lain, USAID, CCA, CRS, FES, Ford Foundation dan Asia Foundation. PUSKOWANJATI berusaha mengaplikasikan semangat koperasi, yaitu gotong-royong, kebersamaan dan kemandirian.  Biasanya koperasi sering mengalami kebutuhan mendesak untuk mengembangkan usahanya, akan tetapi ketika akan mengembangkan koperasi sering kali kekurangnan modal karena modal dari anggota sendiri tidak mencukupi untuk pengembangan usahanya, maka dari itu dengan adanya modal dari luar menjadi suntikan modal untuk perkembangan koperasi.

 

Dengan adanya modal dari luar koperasi sebenarnya bisa mendapat keuntungan yaitu

  1. Mengurangi ketergantungan dari pemerintah yang memberikan modal untuk koperasi, sehingga koperasi lebih mandiri.
  2. Mempunyai tanggung jawab untuk mengembalikan dan memanajemen modal dari luar koperasi karena biasanya modal yang berasal dari luar kopersi bersifat pinjaman sehingga dalam penggunaan modal dari luar koperasi dimanajemen seefektif mungkin dan bisa dikembalikan tepat waktu terhadap pemilik modal.
  3. Koperasi bisa lebih berkembang dengan adanya bantuan modal dari luar koperasi tentunya dengan manajemen modal yang baik.
  4. Koperasi juga bisa menjual obligasi dan surat utang kepada masyarakat investor untuk menambah permodalan koperasi

About ryanhadiwijayaa

" bukan karena mudah kita yakin bisa, tetapi karena kita yakin bisa semua menjadi mudah"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: