Koperasi sebena…

Koperasi sebenarnya dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan berbasiskan ekonomi kerakyatan dan kekeluargaan, koperasi juga diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan dan mempermudah akses informasi khususnya masyarakat di daerah pedesaan seperti petani, akan tetapi dalam pelaksanaannya koperasi banyak menghadapi kendala, salah satunya dalam perekrutan anggota baru, dapat dilihat pada table 1.1 menurut data Kementrian Negara Koperasi dan UKM peningkatan jumlah anggota koperasi dari tahun 2004-2007 mengalami peningkatan akan tetapi pada tahun 2008 malah mengalami penurunan hal ini menunjukan bahwa koperasi masih dianggap belum mendapatkepercayaan dari masyarakat untuk bergabung menjadi anggota koperasi.

ImageTabel 1.1 jumlah anggota koperasi tahun 2004-2008

            Begitu juga dengan keadaan di wilayah pedesaan, masih banyak petani yang belum mau bergabung dengan koperasi dengan berbagai alasan, diantaranya yaitu

  1. Masih rendahnya tingkat pengetahuan petani mengenai koperasi, seperti contoh kasus petani kopi sidikalang di kabupaten Dairi, sumatera utara, diamana petani kopi enggan masuk pada koperasi kredit (credit union) dimana petani menganggap koperasi tersebut bisa menipu dan malah merugikan petani, petani juga menganggap dengan bergabung dengan anggota koperasi hanya akan menambah beban petani dengan membayar segala macam iuran yang ada dikoperasi
  2.  Ketidakpercayaan petani pada koperasi yang menanggap koperasi ialah badan usaha yang seluruh usahanya dibiayai pemerintah dan ketika pemerintah berganti maka koperasi juga akan berhenti sehingga petani berfikir hal itu hanya akan merugikan petani saja
  3. Petani tidak mau repot, dengan mengurus syarat-syarat untuk masuk koperasi yang sebenarnya syarat tersebut untuk memudahkan anggota dalam keanggotan di koperasi
  4. Petani enggan berubah, merasa usahatani yang dilaksanakannya sudah cukup baik, petani memiliki karakteristik risk averse dimana petani lebih memilih menghindari risiko, dengan menjadi anggota koperasi petani menganggap usahataninya akan mendapat risiko baru yang belum tentu hasilnya lebih bagus daripada hasil yang dilakukannya saat melakukan usahatani sendiri tidak menjadi anggota koperasi.
  5. Petani sudah terikat dengan tengkulak, dimana biasanya tengkulak sudah merajai dan mencekik petani dengan kebijakan harga yang jauh lebih murah dari harga pasar, sehingga petani tidak bisa menjual hasil usahataninya ke koperasi dengan menjadi anggota koperasi karena sudah memiliki ikatan dengan para tengkulak yang memanfaatkan petani.

Maka dari itu sebenarnya koperasi di Indonesia harus lebih menjelaskan fungsinya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan dan juga koperasi harus memberika informasi yang terbaru mengenai keadaan pasar dan juga koperasi harus bisa meyakinkan masyarakat khususnya petani, jika menjadi anggota koperasi akan menadapatkan keuntungan dan bisa meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi sesuai dengan prinsip koperasi

Tags:

About ryanhadiwijayaa

" bukan karena mudah kita yakin bisa, tetapi karena kita yakin bisa semua menjadi mudah"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: